Pressemitteilung

Pressemitteilung   Bundesgeschäftsstelle
Langemarckstr. 210
28199 Bremen

Tel.: 0421 / 598 28 8
Fax.: 0421 / 598 28 72

Pressestelle
Nernstweg 32
22765 Hamburg

Tel.: 040 / 380 892 0
Fax.: 040 / 380 892 14

Pressemitteilung  


3 Pebruari 2004

english version... | german version...

Bidang: Lingkungan Hidup/Ekonomi

Penghancuran Hutan Tropis di Sumatera Dilanjutkan Tanpa Ampun

Laporan aktivis Robin Wood dari kunjungan ke lapangan Sumatera

Sesudah pulang dari perjalanan penelitian selama tiga minggu di Sumatera, ahli hutan tropis Robin Wood menyimpul dengan pahit: "Dua perusahaan bubur kertas paling besar di Indonesia, APP dan APRIL, melanjutkan penjarahan hutan rimba tropis dengan kecepatan yang mengerikan. Walaupun ada protes international, duapertiga dari sumber daya alam perusahaan tersebut masih terus berasal dari kawasan-kawasan dengan keragaman hayati yang bernilai tinggi. Tingkat pemborosan sangat buruk." Karena itu, Robin Wood bersama jaringan lingkungan, seperti WALHI, CAPPA dan Yayasan Hakiki meminta pedagang yang sedang bertemu di pameran PAPERWORLD di Frankfurt untuk menolak bubur kertas atau kertas yang berasal dari Indonesia.

"Propinsi Riau di pulau Sumatera mengalami keadaan darurat ekologis", tulis Jens Wieting dalam laporannya. "Daerah-daerah pemukiman dan sungai-sungai sangat tercemar. Hampir seluruh hutan sudah gundul. Yang tinggal hanyalah tanah kosong, kebun kelapa sawit dan akasia yang membosankan. Tidak ada pengawasan negara yang mampu memberhentikan perusakan hutan tropis Sumatera yang terakhir, dari penjarahan industri-industri kertas, minyak sawit dan industri perkayuan. Aparat, baik tentara maupun polisi malah menarik keuntungan dari bisnis illegal logging."

APP dan APRIL adalah perusahaan lapar kayu. Kredit dari Bank Dunia, dari kreditor swasta dan jaminan kredit expor negara telah mendukung kedua perusahaan tersebut untuk membangun pabrik-pabrik pulp yang sangat besar. Agar kapasitas mesin dapat dimanfaatkan dengan penuh maka perusahaan tersebut tanpa ragu-ragu membabat hutan primer yang berharga. Data dari Departemen Kehutanan - yang ada di tangan Robin Wood - membuktikan bahwa perusahaan tidak akan berhenti melakukan malpraktek tersebut: APP menrencanakan sebelum tahun 2007 akan menebang lagi sekitar 160.000 hektar hutan primer, APRIL akan menebang lagi sekitar 200.000 hektar sampai tahun 2009. Aibat tekanan pecinta lingkungan hidup, diadakan kegiatan konservasi dan moratorium logging, seperti di wilayah Tesso Nilo, APP dan APRIL sendiri juga menerima konsep moratorium logging di daerah tersebut, akan tetapi illegal logging terus berjalan.

Lembaga lingkungan hidup dan hak azasi manusia Indonesia menuntut moratorium penebangan untuk seluruh wilaya Indonesia. Rully Syumanda dari jaringan lingkungan hidup, WALHI Riau menyatakan: "Industri bubur kertas dan kertas segera berhenti menebang hutan tropis Indonesia dan mencemarkan lingkungan kami. Jangan membeli kertas yang berasal dari hutan kami!"


Kontak:
pembicara pers Ute Bertrand, Tel: +49 40 380 892 22, presse@robinwood.de

 

Pressemitteilung

©ROBIN WOOD      - home -